PENGANTAR PIMPINAN

  • Suatu hari kami melaksanakan pelatihan Internet Sehat untuk ibu-ibu rumah tangga. Seorang ibu tidak mau menyentuh mouse computer, karena ia khawatir sentuhannya akan merusak seluruh sistem di Gedung Pusat TIK Nasional. Perlu kesabaran dari para instruktur untuk meyakinkan si ibu bahwa kekhawatiran itu tidak akan terjadi.

     

    Dan tidak ada hal yang lebih menyenangkan di senja itu, selain melihat kegembiraan si ibu ketika ia akhirnya berhasil mencetak satu lembar kertas berisi nama putranya.

     

    Harapan atas perbaikan kehidupan itulah yang terus kami pelihara di Pusat TIK Nasional. Teknologi Informasi dan komunikasi adalah salah satu perangkat yang kami yakini memiliki potensi laten untuk meningkatkan kualitas kehidupan seseorang. Karena TIK bersifat potensial, sisi destruktif juga memiliki kemungkinan untuk melekat pada pemanfaatan TIK. Di sanalah diperlukan proses pembelajaran dan pengayaan yang melontarkan sisi positif TIK menjulang tinggi meninggalkan atribut negatifnya. 

     

    Perkembangan TIK di Indonesia perlu memiliki akar yang kuat pada nilai-nilai Nusantara dan tidak sekedar menjadi pantulan dari kecenderungan global. Masyarakat agrikultur dan bahari kita adalah kalangan masyarakat yang juga berkepentingan dalam pemanfaatan TIK terutama dalam meningkatan produktivitas mereka. Pusat TIK Nasional menggabungkan konteks lokal dan global untuk menghasilkan proses pembelajaran yang tepat sasaran.

     

    Fokus kami hari ini adalah karena masa depan itu ikutan dari apa yang kita ikhtiarkan hari ini. Kami berkomitmen menjadi learning organization yang terus belajar bersama masyarakat Indonesia untuk menciptakan peradaban yang mulia dan manusiawi melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

     

     

     

     

     

    Fadhilah Mathar